Pengaruh Perbedaan Intensitas Cahaya Terhadap Daya Tetas Telur dan Kualitas Larva Ikan Betok (Anabas testudineus)

Fitria Ningsih, Fauziah Azmi, Agus Putra

Abstract


Climbing perch (Anabas testudineus) is a local freshwater fish with considerable potential for aquaculture. The success of seed production is influenced by egg hatching success and larval survival, which can be affected by environmental factors, including light intensity. This study aimed to determine the effect of different light intensities on egg hatching rate, hatching duration, larval survival, and larval deformity of climbing perch and to determine the optimal light intensity. The study was conducted fr 40 days from May to June 2026 at the Fish Seed Center of Pariaman City using a Completely Randomized Design with four treatments and three replications. The treatments consisted of P1 (no light), P2 (500 lumens), P3 (1,000 lumens), and P4 (3,000 lumens), with continuous 24-hour LED illumination during the incubation period. The parameters observed were egg hatching rate, hatching duration, larval survival, larval deformity, and water quality. Data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level, followed by Duncan's test when significant differences were detected. The results showed that different light intensities significantly affected egg hatching rate, hatching duration, larval survival, and larval deformity. The highest egg hatching rate was obtained at 3,000 lumens (91.3 ± 3.2%), while the shortest hatching duration was also recorded at 3,000 lumens (8.1 ± 0.14 hours). The highest larval survival rate was obtained at 1,000 lumens (95.4 ± 3.0%). However, the high survival rate is accompanied by the high rate of defects or deformity. Therefore, overall, high light intensity can accelerate hatching, but it has a negative effect on the quality of the larvae

Keywords


Anabas testudineus; egg hatching rate; light int;’nsity; larval survival; hatching duration.

Full Text:

PDF

References


Ameilda, G., & Gunawati, R. M. (2016). Derajat penetasan dan lama waktu menetas embrio ikan betok (Anabas testudineus) yang diinkubasi pada media dengan pH berbeda. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 11(1), 21–27.

Ansyari, P., & Slamat, S. (2023). Peningkatan daya tetas telur dan kelangsungan hidup ikan papuyu (Anabas testudineus Bloch) pada sistem corong dengan debit aliran berbeda. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(2), 81–89.

Boeuf, G., & Le Bail, P. (1999). Does light have an influence on fish growth? Aquaculture, 177, 129–152.

Budianita, L., Junaidi, M., & Nurliah. (2019). Pengaruh suhu terhadap perkembangan embrio dan stadia awal larva ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Jurnal Perikanan, 9(1), 7–16.

Budiardi, T., Cahyaningrum, W., & Effendi, I. (2005). Efisiensi pemanfaatan kuning telur embrio dan larva ikan maanvis Pterophyllum scalare pada suhu inkubasi yang berbeda. Jurnal Akuakultur Indonesia, 4(1), 57–61.

Cahyanti, W., Mumpuni, F. S., Maulidie, S. H., & Arifin, O. Z. (2022). Perkembangan embrio dan performa awal larva ikan tawes (Barbonymus gonionotus). Jurnal Mina Sains, 8(2), 79–88.

Effendie, M. (1997). Biologi perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Gunawan, A., Hasim, H., & Mulis, M. (2018). Pengaruh intensitas cahaya berbeda terhadap daya tetas telur ikan mas (Cyprinus carpio). Siganus: Journal of Fisheries and Marine Science, 2(2), 147–153.

Halver, C. E. dalam Anggra. (2013). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan betok (Anabas testudineus) yang diberi pencahayaan dengan lama waktu berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 5(1), 33–44.

Hanafie, A., Murjani, A., Agustina, F., & Satriawan, B. I. (2021). Peningkatan produksi ikan papuyu (Anabas testudineus Bloch) dengan seks rasio yang berbeda dalam sistem bioflok. Prosiding Seminar Nasional Lingkungan Lahan Basah, 6(1).

Haviz, M. (2014). Konsep dasar embriologi: Tinjauan teoretis. Jurnal Sainstek, 6(1), 96–101.

Korwin-Kossakowski, M. (2012). Fish hatching strategies: A review. Reviews in Fish Biology and Fisheries, 22(1), 225–240.

Kottelat, M., Whitten, A. J., Kartikasari, S. N., & Wirjoatmodjo, S. (1993). Freshwater fishes of Western Indonesia and Sulawesi. Hongkong: Periplus Edition.

Linayati, S., Chotimah, S., & Warsono, W. (2014). Pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan. Jurnal Akuakultur Indonesia, 13(2).

Maulidin, I. (2022). Respon intensitas cahaya terhadap daya tetas telur dan perkembangan larva ikan patin siam (Pangasianodon hypopthalmus F.) (Disertasi). Universitas Batanghari Jambi.

Maulidin, I., Sugihartono, M., & Ghofur, M. (2023). Respon intensitas cahaya terhadap daya tetas telur dan perkembangan larva ikan patin siam (Pangasianodon hypopthalmus F.). Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau, 8(1), 57–64.

Miranti, F., Muslim, M., & Yulisman, Y. (2017). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan betok (Anabas testudineus) yang diberi pencahayaan dengan lama waktu berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 5(1), 33–44.

Muslim, M. (2019). Teknologi pembenihan ikan betok (Anabas testudineus). Pantera Publishing.

Muslim, M., Fitrani, M., & Violita, V. (2019). Derajat penetasan dan lama waktu menetas embrio ikan betok (Anabas testudineus) yang diinkubasi pada media dengan pH berbeda. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan, 11(1), 21–27.

Mustakim, M., dkk. (2009). Pertumbuhan ikan betok (Anabas testudineus Bloch) di berbagai habitat di lingkungan Danau Melintang, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 15(2), 113–121.

Nugraha, F. (2004). Embriogenesis dan perkembangan larva ikan rainbow Glossolepis incisus (Skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nurdin, M., Nirmala, K., & Widiyati, A. (2015). Kajian perbedaan lama penyinaran dan intensitas cahaya terhadap pertumbuhan serta sintasan benih ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Jurnal Riset Akuakultur, 10(3), 371–378.

Putra, P. L., Jubaedah, D., & Syaifudin, M. (2020). Daya tetas telur ikan patin (Pangasius hypophthalmus) pada pH media berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 8(1), 37–49.

Putri, D. A., Muslim, M., & Fitrani, M. (2013). Persentase penetasan telur ikan betok (Anabas testudineus) dengan suhu inkubasi yang berbeda. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 1(2), 184–191.

Rahayu, D. (2022). Kombinasi penggunaan hormon Ovaprim dan HCG dengan dosis berbeda terhadap pemijahan ikan puyu (Anabas testudineus) (Disertasi). Universitas Islam Riau.

Rahmadi, R., Syahril, A., Nur, F. M., & Muchlisin, Z. A. (2021). Embryogenesis of climbing perch fish Anabas testudineus Bloch 1792 at incubation temperature of 28 °C. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

Reni, R., & Handayani, L. (2023). Efektivitas pemberian photoperiod yang berbeda pada media pemeliharaan larva ikan papuyu (Anabas testudineus) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Ziraa'ah Majalah Ilmiah Pertanian, 48(1), 75–83.

Saanin, H. (1968). Taksonomi dan kunci identifikasi ikan Jilid I. Bandung: Bina Cipta.

Sari, N., dkk. (2025). Penerapan solar cell sebagai sumber energi alternatif dalam meningkatkan dissolved oxygen kolam ikan budidaya papuyu (Anabas testudineus). Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul), 4(3), 54–62.

SNI 6137:1999. Produksi benih ikan mas (Cyprinus carpio Linnaeus) strain sinyonya kelas benih sebar. Badan Standardisasi Nasional.

Suhada, S., Mumpuni, F. S., & Lesmana, D. (2022). Pengaruh suhu inkubasi yang berbeda terhadap daya tetas dan kelangsungan hidup telur ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Jurnal Mina Sains, 8(1), 1–10.

Susila, N. (2016). Pengaruh padat penebaran terhadap kelangsungan hidup larva ikan Betok (Anabas testudineus) yang dipelihara dalam baskom. Jurnal Ilmu Hewani Tropika (Journal Of Tropical Animal Science), 5(2), 72-75.

Suwarsito, S., Mustafidah, H., Pinandita, T., & Purnomo, P. (2022). Freshwater fish classification based on image representation using K-Nearest Neighbor method. JUITA: Jurnal Informatika, 183–189.

Tamimi, R., Ahmad, J., & Pelu, R. (2023). Habitat dan tingkah laku ikan. Penerbit NEM.

Waspodo, R. J. (2022). Environmental manipulations to increase hatching rate of catfish eggs (Pangasius sp.): A review. Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan.

Widaryati, R. (2016). Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan betok (Anabas testudineus) yang dipelihara pada salinitas yang berbeda (Skripsi). FKIP Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Yuliani, D., Mumpuni, F. S., & Muarif, M. (2020). Pengaruh perlakuan suhu yang berbeda terhadap waktu penetasan, daya tetas telur dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan brushmouth albino (Ancistrus cirrhosus). Jurnal Mina Sains, 6(1).

Yunita, R., Ansyari, P., & Asmawi, S. (2009). Telaah food habits dan bio-limnologi habitat ikan papuyu (Anabas testudineus Bloch) larva dan ukuran kebul di perairan rawa Kalimantan Selatan. Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.




DOI: http://dx.doi.org/10.33087/akuakultur.v11i2.355

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Published by Aquaculture Program Study, Faculty of Agriculture, Batanghari University
Adress: Fakultas Pertanian, Jl.Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kec.Telanaipura, Kodepos: 36122, email: akuakulturfpubr@gmail.com, Phone: 0741-60103


Creative Commons License This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.